Laman

Jumat, 02 Januari 2015

kh  BAB I
Pendahuluan

A.    Latar Belakang

Kacang hijau atau  Phaseolus aureus  berasal dari famili Fabaceae alias polong-polongan. Kacang hijau dan kecambahnya memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Kandungan proteinnya cukup tinggi  dan merupakan sumber mineral penting, seperti kalsium dan fosfor dan sangat diperlukan tubuh. Sementara itu, kandungan lemaknya merupakan asam lemak tak jenuh sehingga aman dikonsumsi oleh orang-orang dengan masakan obesitas.
Kacang hijau termasuk jenis tanaman yang relatif mudah termasuk tanaman yang relatif mudah untuk ditanam karena tidak tergantung pada iklim tertentu. Dengan memperhatikan kecukupan faktor-faktor eksternal seperti air dan mineral, kelembaban, suhu serta cahaya, kacang hijau dapat tumbuh dengan baik.
Pertumbuhan dan perkembangan pada tanaman dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Salah satu faktor eksternal yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman adalah air. Air mutlak diperlukan tumbuhan, karena di dalam hidupnya tak mungkin tumbuhan dapat tumbuh dan berkembang tanpa memerlukan air.
Salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada kacang hijau adalah air. Pemberian jenis air yang berbeda akan menghasilkan pertumbuhan yang berbeda pula. Berdasarkan hal tersebut kelompok kami pun tertarik untuk meneliti jenis air yang paling baik untuk pertumbuhan tanaman kacang hijau.
Dalam penelitian ini kami menggunakan air cucian beras, air teh basi, air kopi, dan air sumur (kontrol)

B.    Rumusan Masalah

Adakah perbedaan pengaruh kandungan air cucian beras, air teh basi, air kopi, dan air sumur (kontrol) terhadap pertumbuhan kacang hijau?

C.    Tujuan Penelitian

Untuk mengetahui  air dengan kandungan terbaik untuk pertumbuhan kecambah kacang hijau

D.    Manfaat Penelitian

Bagi orang lain :
1.    Sebagai sumber informasi bagi orang yang belum mengetahui pengaruh kandungan air bagi tumbuhan, khususnya kacang hijau.
2.    Sebagai sumber informasi bagi orang yang belum mengetahui kandungan air yang baik bagi pertumbuahan kacang hijau.
Bagi dunia pendidikan:
1.    Sebagai alternatif solusi untuk meningkatkan mutu pendidikan dan kualitas lulusan yang terampil.
2.    Untuk menciptakan generasi yang kreatif dan inovatif.

Bagi diri sendiri :
1.    Mengetahui pengaruh kandungan air terhadap pertumbuhan perkecambahan.
2.    Mengetahui kandungan air yang paling baik untuk pertumbuhan perkecambahan.
3.    Untuk menanbah wawasan.


































BAB II
Tinjauan Pustaka

A.    Dasar Teori

1.    Kandungan Cucian air beras

Beras mengandung karbohidrat yang tinggi, sangat mungkin karbohidrat ini terdegradasi saat mencuci. Fakta terbaru adalah hasil penelitian Yayu Siti Nurhasanah, mahasiswa IPB mengungkapkan bahwa air cucian beras merupakan media alternatif pembawa bakteri Pseudomonas fluorescens. Bakteri tersebut adalah mikroba yang berperan dalam pengendalian patogen penyebab penyakit karat dan memicu pertumbuhan tanaman. Saat mencuci beras biasanya air cucian pertama akan berwarna keruh, warna keruh bekas air cucian itu menunjukkkan bahwa lapisan luar ikut terkikis. Meskipun banyak nutrisi yang telah hilang, namun pada bagian kulit ari masih terdapat sisa-sisa nutrisi yang sangat bermanfaat.
Unsur Nutrisi
    Konsentrasi
Energi    1.527 kJ
Karbohidrat    79 g
Gula    0.12 g
Serat pangan    1.3 g
Lemak    0.66 g
Protein    7.13 g
Air    11.62 g
Thiamine (Vit.B2)    5%
Riboflavin (Vit.B2)    3%
Niacin (Vit.B3)    11%
Panthothenic acid (B5)    20%
Vitamin B6    13%
Folate (Vit.B9)    2%
Calcium    3%
Iron    6%
Magnesium    7%
Manganese    54%
Phosporus    16%
Zinc    11%
Potassium    2%

2.    Kandungan air teh basi

Dengan kandungan nutrisi yang dimiliki oleh teh basi seperti di atas, membuat air teh basi ini mampu memperbaiki kesuburan tanah, merangsang pertumbuhan akar, batang, dan daun. Limbah rumah tangga ini dapat digunakan langsung tanpa harus diolah lagi. Selain itu, air teh basi juga bersifat toksik bagi serangga tanaman jika air teh basi ini dijadikan kompos. Air teh basi selain mengandung banyak unsur hara yang bagus untuk tanah. Mikroba yang dihasilkan oleh air teh basi ini hanya bersifat toksik bagi serangga, bukan pada tanaman sehingga tidak perlu khawatir tanaman itu beracun dan berbahaya untuk dikonsumsi oleh manusia.
Unsur nutrisi    Konsentrasi    Unsur nutrisi    Konsentrasi
Lemak (mg)    0.79    Air (gr)    7.6
Protein (mg)    19.59    Karbohidrat (mg)    67.89
Vitamin A (SI)    20.95    Vitamin B (mg)    0.01
Vitamin C (mg)    300    Fosfor (mg)    265
Besi (mg)    11.8    Magnesium    10
Tembaga (mg)    20    Kalsium (mg)    7.7
Kalium (mg)    13    Selenium    1-1.8
Polyphenol    10-25    Mangan (mg/ml)    300-600
Asam Amino    Sedikit    Tenin ncid    9-20
Kalori (mg)    132    Methyxanthines    Sedikit

Dengan kandungan nutrisi yang dimiliki oleh teh basi seperti di atas, membuat air teh basi ini mampu memperbaiki kesuburan tanah, merangsang pertumbuhan akar, batang, dan daun. Limbah rumah tangga ini dapat digunakan langsung tanpa harus diolah lagi. Selain itu, air teh basi juga bersifat toksik bagi serangga tanaman jika air teh basi ini dijadikan kompos. Air teh basi selain mengandung banyak unsur hara yang bagus untuk tanah. Mikroba yang dihasilkan oleh air teh basi ini hanya bersifat toksik bagi serangga, bukan pada tanaman sehingga tidak perlu khawatir tanaman itu beracun dan berbahaya untuk dikonsumsi oleh manusia.

3.    Kandungan air kopi

Air kopi dapat menambah asupan Nitrogen, Fosfor dan Kalium (NPK) yang dibutuhkan oleh tanaman sehingga dapat menyuburkan tanah. Air kopi dapat ditebarkan di taman dan pot sehingga dapat mengeluarkan zat-zatnya secara pelan-pelan. Selain itu air kopi juga mengandung magnesium, sulfur, dan kalsium yang dapat berguna untuk tanaman. Ampasnya sangat kaya nutrisi untuk dijadikan pupuk tanaman.


Informasi Gizi    Konsentrasi
Energi    8 kJ
Lemak    0.05 g
Lemak jenuh    0.005 g
Lemak tak jenuh ganda    0.002 g
Kolesterol    0 g
Protein    0.28 g
Karbohidrat    0.09 g
Serat    0 g
Gula    0 g
Sodium    5 mg
Kalium    111 mg
Lemak tak jenuh tunggal    0.28   

B.    Hipotesis

Berdasarkan penjelasan di atas, maka hipotesis kami “air yang paling baik untuk pertumbuhan kecambah kacang hijau adalah air cucian beras?”








































BAB II I
Bahan dan Metode Penelitian


A.    Alat dan Bahan

Alat:
1.    Baskom            6. Penggaris
2.    Sendok semen            7. Pulpen
3.    Kantong kresek        8. Kertas stempel
4.    Lidi
5.    Polybag 4 buah
Bahan:
1.    Biji kacang hijau
2.    Tanah bakar
3.    Air beras
4.    Air teh basi
5.    Air kopi
6.    Air sumur

B.    Cara kerja

1.    Menyiapkan semua alat dan bahan.
2.    Merendam biji kacang hijau dan mengambil biji yang terendam di dalam air.
3.    Menyiapkan 4 polybag, memberi nomor pada setiap polybag dan mengisi polybag dengan media tanam sebanyak 3 kg dan ditambah pupuk kandang sebanyak 10%
4.    Menanam masing masing 10 kacang hijau pada setiap polybag.
5.    Memberi nomor tiap biji dengan menggunakan lidi yang salah satu bagian ujungnya di tempel kertas dengan nama 1 untuk biji yang pertama, 2 untuk biji yang kedua dan seterusnya hingga biji kesepuluh yang kemudian menancapkan lidi tersebut pada salah satu sisi biji kacang hijau yang baru saja di tanam.
6.    Menyiram setiap polybag dengan air sumur untuk polybag 1, air cucian beras untuk polybag 2, air teh untuk polybag 3, dan air kopi untuk polybag 4 sebanyak 120 ml
setiap 2x sehari.
7.    Meletakkan semua polybag pada suatu tempat yang memiliki intensitas cahaya matahari yang kurang
8.    Mengamati dan mengukur panjang total setiap kecambah yang terdapat pada setiap polybag satu persatu selama 8 hari.
9.    Mencatat hasil pengamatan dan membuat laporan dari hasil pengamatan tersebut.



C.    Analisis Data

Dalam menganalisis hasil penelitian, dapat dilakukan dengan membuat laporan penelitian pada kertas analisis. Pada penelitian ini, kelompok kami menggunakan tabel untuk menganalisis data hasil penelitian.

































BAB IV
Hasil dan Pembahasan

A.    Hasil Penelitian

Polybag A (Air beras)
Tabel 1.1 Pengamatan panjang batang kecambah tanaman kacang hijau pada Polybag A
No.    Kecambah ke    Panjang batang hari ke (mm)    Kecepatan rata-rata pertumbuhan (mm)
        2    4    6    8   
1    1    0    5    14    129    16,125
2    2    12    133    180    200    25
3    3    5    7    10    20    2,5
4    4    0    0    6    10    1,25
5    5    5    7    10    115    14,375
6    6    13    105    15,5    200    25
7    7    0    68    170    205    25,625
8    8    9    23    70    130    16,25
Panjang batang rata-rata (per hari)    5.5    43.5    59.4375    126.125   
Kecepatan rata-rata pertumbuhan total                    15.765

Polybag B (Air kopi)
Tabel 1.2 Pengamatan panjang batang kecambah tanaman kacang hijau pada Polybag B
No.    Kecambah ke    Panjang batang hari ke (mm)    Kecepatan pertumbuhan (per kecambah)
        2    4    6    8   
1    1    13    45    130    131    16.375
2    2    5    118    185    205    25.625
3    3    5    13    100    146    18.125
4    4    6    102    165    185    23.125
5    5    9    127    187    197    24.625
6    6    10    108    170    186    23.25
7    7    0    0    7    50    6.25
8    8    14    140    180    200    25
Panjang batang rata-rata (per hari)    7.75    81.625    140.5    162.5   
Kecepatan rata-rata pertumbuhan total                    20.3125

Polybag C (Air teh basi)
Tabel 1.3 Pengamatan panjang batang kecambah tanaman kacang hijau pada Polybag C
No.    Kecambah ke    Panjang batang hari ke (mm)    Kecepatan pertumbuhan (per kecambah)
        2    4    6    8   
1    1    11    108    190    220    27.5
2    2    0    7    95    170    21.5
3    3    6    80    123    154    19.25
4    4    7    82    115    134    16.75
5    5    5    78    130    207    25.675
6    6    15    133    151    179    18.875
7    7    14    147    179    201    25.125
8    8    8    130    180    199    24.875
Panjang batang rata-rata (per hari)    8.25    95.625    145.375    183   
Kecepatan rata-rata pertumbuhan total                    22.443125

Polybag D (Air sumur)
Tabel 1.4 Pengamatan panjang batang kecambah tanaman kacang hijau pada Polybag D
No.    Kecambah ke    Panjang batang hari ke (mm)    Kecepatan pertumbuhan (per kecambah)
        2    4    6    8   
1    1    9    123    190    209    26.125
2    2    8    135    200    230    28.75
3    3    8    110    180    206    25.75
4    4    12    138    200    215    26.875
5    5    20    80    150    179    22.375
6    6    14    135    200    216    27
7    7    10    45    130    170    21.25
8    8    5    37    150    213    26.625
Panjang batang rata-rata (per hari)    10.75    100.375    175    204.75   
Kecepatan rata-rata pertumbuhan total                    25.59375





Grafik Pertumbuhan




B.    Pembahasan

Dari hasil percobaan yang telah kami lakukan, diperoleh hasil bahwa rata-rata panjang batang tanaman A(air beras) di hari ke-2 = 5,5 hari ke-4 = 43,5 hari ke-6 = 59,4375 hari ke- 8 = 126,125 dan rata-rata kecepatan pertumbuhan total tanaman A(air beras) adalah 15,765. Rata-rata panjang tanaman B(air kopi) di hari ke-2 = 7,75 hari ke-4 = 81,625 hari ke-6 = 140,5 hari ke-8 = 162,5 dan rata-rata kecepatan pertumbuhan total tanaman B(air kopi) adalah 20,3125. Rata-rata panjang tanaman C(air teh basi) di hari ke-2 = 8,25 hari ke-4 = 95,625 hari ke-6 = 145,375 hari ke-8 = 183 dan rata-rata kecepatan pertumbuhan total tanaman C(air teh basi) adalah 22,443125. Rata-rata panjang tanaman D(air sumur) di hari ke-2 = 10,75 hari ke-4 = 100,375 hari ke-6 = 175 hari ke-8 = 204,75 dan rata-rata kecepatan pertumbuhan total tanaman D(air sumur) adalah 25,59375. 
Berdasarkan percobaan yang telah kami lakukan, tentu kandungan air memengaruhi petumbuhan tanaman. Karena dalam jenis air yang kami gunakan dalam penelitan(air sumur, teh basi, kopi, dan cucian beras) mengandung zat-zat yang diperlukan oleh tumbuhan. Walaupun sebenarnya dalam jenis air yang kami gunakan tidak 100% mengandung zat-zat yang diperlukan oleh tumbuhan itulah yang menyebabkan adanya perbedaan pertumbuhan. Dalam masa percobaan terdapat beberapa tanaman kacang hijau yang mengalami keterlambatan dalam pertumbuhan. Faktor yang mungkin mempengaruhi keterlambatan itu adalah faktor internal (gen/kualitas kacang hijau) maupun faktor luar (media tanam, kelembaban, dll). Dari data tersebut, juga diketahui adanya perbedaan kecepatan pertumbuhan dari tanaman yang disiram dengan jenis air yang berbeda tersebut dimana air teh basi memiliki kecepatan pertumbuhan tertinggi dan air cucian beras yang terendah dalam kecepatan pertumbuhan.
Jadi tumbuhan yang disiram dengan air teh basi mengalami pertumbuhan terbaik dan juga merata. Tanaman yang disiram air kopi tumbuh baik dan tidak cukup merata dibanding air teh basi. Sedangkan tanaman yang disiram air cucian beras mengalami pertumbuhan yang kurang baik dan tidak merata dibanding tanaman yang disiram air teh basi dan air kopi.
Ini bertentangan/bertolak belakang dengan hipotesa kami. Hipotesa awal kami yang mengatakan air beras merupakan jenis air terbaik untuk pertumbuhan tumbuhan tidak tepat karena yang terbaik untuk pertumbuhan tumbuhan adalah air teh basi.



































BAB V
Kesimpulan dan saran

A.    Kesimpulan

Dari percobaan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa kandungan air teh basi merupakan kandungan yang paling baik untuk pertumbuhan kacang hijau. Maka dari itu, hipotesis yang kami buat dinyatakan tertolak

B.    Saran

Melalui penelitian yang telah  dilakukan, diharapkan adanya penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh air terhadap perkecambahan tumbuhan kacang hijau. Oleh karena itu saran-saran yang dapat diberikan antara lain sebagai berikut:












Bagi diri sendiri :

1.    Sebelum laporan ilmiah dikumpulkan, sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu kepada guru pembimbing
2.    Sebelum melakukan percobaan, sebaiknya kita memilih biji kacang hijau dengan kualitas yang baik, memilih tempat yang aman dan terlindung, dan juga mensterilkan media tanam yang digunakan sehingga dalam proses pertumbuhan tanaman dapat tumbuh dengan baik dan juga dalam pengukuran didapatkan data yang valid







Daftar Pustaka


Dr.Istamar Syamsuri, DKK.2007. BIOLOGI UNTUK SMA KELAS XII SEMESTER 1. Magelang: Penerbit Erlangga

http://dewahyu-wm.blogspot.com/2013/10/pengaruh-jenis-air-terhadap-pertumbuhan.html

http://hanikhamdiyah.blogspot.com/2012/12/pengaruh-jenis-air-terhadap-tumbuhan.html

http://indofokusmakalah.blogspot.com/2013/06/pengaruh-jenis-air-terhadap-pertumbuhan.html

http://yusicaroline.blogspot.com/2013//10/karya-ilmiah-pengaruh-ampas-teh-dan.html



















































































   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar