kh BAB I
Pendahuluan
A. Latar Belakang
Kacang hijau atau Phaseolus aureus berasal dari famili Fabaceae alias polong-polongan. Kacang hijau dan kecambahnya memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Kandungan proteinnya cukup tinggi dan merupakan sumber mineral penting, seperti kalsium dan fosfor dan sangat diperlukan tubuh. Sementara itu, kandungan lemaknya merupakan asam lemak tak jenuh sehingga aman dikonsumsi oleh orang-orang dengan masakan obesitas.
Kacang hijau termasuk jenis tanaman yang relatif mudah termasuk tanaman yang relatif mudah untuk ditanam karena tidak tergantung pada iklim tertentu. Dengan memperhatikan kecukupan faktor-faktor eksternal seperti air dan mineral, kelembaban, suhu serta cahaya, kacang hijau dapat tumbuh dengan baik.
Pertumbuhan dan perkembangan pada tanaman dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Salah satu faktor eksternal yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman adalah air. Air mutlak diperlukan tumbuhan, karena di dalam hidupnya tak mungkin tumbuhan dapat tumbuh dan berkembang tanpa memerlukan air.
Salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada kacang hijau adalah air. Pemberian jenis air yang berbeda akan menghasilkan pertumbuhan yang berbeda pula. Berdasarkan hal tersebut kelompok kami pun tertarik untuk meneliti jenis air yang paling baik untuk pertumbuhan tanaman kacang hijau.
Dalam penelitian ini kami menggunakan air cucian beras, air teh basi, air kopi, dan air sumur (kontrol)
B. Rumusan Masalah
Adakah perbedaan pengaruh kandungan air cucian beras, air teh basi, air kopi, dan air sumur (kontrol) terhadap pertumbuhan kacang hijau?
C. Tujuan Penelitian
Untuk mengetahui air dengan kandungan terbaik untuk pertumbuhan kecambah kacang hijau
D. Manfaat Penelitian
Bagi orang lain :
1. Sebagai sumber informasi bagi orang yang belum mengetahui pengaruh kandungan air bagi tumbuhan, khususnya kacang hijau.
2. Sebagai sumber informasi bagi orang yang belum mengetahui kandungan air yang baik bagi pertumbuahan kacang hijau.
Bagi dunia pendidikan:
1. Sebagai alternatif solusi untuk meningkatkan mutu pendidikan dan kualitas lulusan yang terampil.
2. Untuk menciptakan generasi yang kreatif dan inovatif.
Bagi diri sendiri :
1. Mengetahui pengaruh kandungan air terhadap pertumbuhan perkecambahan.
2. Mengetahui kandungan air yang paling baik untuk pertumbuhan perkecambahan.
3. Untuk menanbah wawasan.
BAB II
Tinjauan Pustaka
A. Dasar Teori
1. Kandungan Cucian air beras
Beras mengandung karbohidrat yang tinggi, sangat mungkin karbohidrat ini terdegradasi saat mencuci. Fakta terbaru adalah hasil penelitian Yayu Siti Nurhasanah, mahasiswa IPB mengungkapkan bahwa air cucian beras merupakan media alternatif pembawa bakteri Pseudomonas fluorescens. Bakteri tersebut adalah mikroba yang berperan dalam pengendalian patogen penyebab penyakit karat dan memicu pertumbuhan tanaman. Saat mencuci beras biasanya air cucian pertama akan berwarna keruh, warna keruh bekas air cucian itu menunjukkkan bahwa lapisan luar ikut terkikis. Meskipun banyak nutrisi yang telah hilang, namun pada bagian kulit ari masih terdapat sisa-sisa nutrisi yang sangat bermanfaat.
Unsur Nutrisi
Konsentrasi
Energi 1.527 kJ
Karbohidrat 79 g
Gula 0.12 g
Serat pangan 1.3 g
Lemak 0.66 g
Protein 7.13 g
Air 11.62 g
Thiamine (Vit.B2) 5%
Riboflavin (Vit.B2) 3%
Niacin (Vit.B3) 11%
Panthothenic acid (B5) 20%
Vitamin B6 13%
Folate (Vit.B9) 2%
Calcium 3%
Iron 6%
Magnesium 7%
Manganese 54%
Phosporus 16%
Zinc 11%
Potassium 2%
2. Kandungan air teh basi
Dengan kandungan nutrisi yang dimiliki oleh teh basi seperti di atas, membuat air teh basi ini mampu memperbaiki kesuburan tanah, merangsang pertumbuhan akar, batang, dan daun. Limbah rumah tangga ini dapat digunakan langsung tanpa harus diolah lagi. Selain itu, air teh basi juga bersifat toksik bagi serangga tanaman jika air teh basi ini dijadikan kompos. Air teh basi selain mengandung banyak unsur hara yang bagus untuk tanah. Mikroba yang dihasilkan oleh air teh basi ini hanya bersifat toksik bagi serangga, bukan pada tanaman sehingga tidak perlu khawatir tanaman itu beracun dan berbahaya untuk dikonsumsi oleh manusia.
Unsur nutrisi Konsentrasi Unsur nutrisi Konsentrasi
Lemak (mg) 0.79 Air (gr) 7.6
Protein (mg) 19.59 Karbohidrat (mg) 67.89
Vitamin A (SI) 20.95 Vitamin B (mg) 0.01
Vitamin C (mg) 300 Fosfor (mg) 265
Besi (mg) 11.8 Magnesium 10
Tembaga (mg) 20 Kalsium (mg) 7.7
Kalium (mg) 13 Selenium 1-1.8
Polyphenol 10-25 Mangan (mg/ml) 300-600
Asam Amino Sedikit Tenin ncid 9-20
Kalori (mg) 132 Methyxanthines Sedikit
Dengan kandungan nutrisi yang dimiliki oleh teh basi seperti di atas, membuat air teh basi ini mampu memperbaiki kesuburan tanah, merangsang pertumbuhan akar, batang, dan daun. Limbah rumah tangga ini dapat digunakan langsung tanpa harus diolah lagi. Selain itu, air teh basi juga bersifat toksik bagi serangga tanaman jika air teh basi ini dijadikan kompos. Air teh basi selain mengandung banyak unsur hara yang bagus untuk tanah. Mikroba yang dihasilkan oleh air teh basi ini hanya bersifat toksik bagi serangga, bukan pada tanaman sehingga tidak perlu khawatir tanaman itu beracun dan berbahaya untuk dikonsumsi oleh manusia.
3. Kandungan air kopi
Air kopi dapat menambah asupan Nitrogen, Fosfor dan Kalium (NPK) yang dibutuhkan oleh tanaman sehingga dapat menyuburkan tanah. Air kopi dapat ditebarkan di taman dan pot sehingga dapat mengeluarkan zat-zatnya secara pelan-pelan. Selain itu air kopi juga mengandung magnesium, sulfur, dan kalsium yang dapat berguna untuk tanaman. Ampasnya sangat kaya nutrisi untuk dijadikan pupuk tanaman.
Informasi Gizi Konsentrasi
Energi 8 kJ
Lemak 0.05 g
Lemak jenuh 0.005 g
Lemak tak jenuh ganda 0.002 g
Kolesterol 0 g
Protein 0.28 g
Karbohidrat 0.09 g
Serat 0 g
Gula 0 g
Sodium 5 mg
Kalium 111 mg
Lemak tak jenuh tunggal 0.28
B. Hipotesis
Berdasarkan penjelasan di atas, maka hipotesis kami “air yang paling baik untuk pertumbuhan kecambah kacang hijau adalah air cucian beras?”
BAB II I
Bahan dan Metode Penelitian
A. Alat dan Bahan
Alat:
1. Baskom 6. Penggaris
2. Sendok semen 7. Pulpen
3. Kantong kresek 8. Kertas stempel
4. Lidi
5. Polybag 4 buah
Bahan:
1. Biji kacang hijau
2. Tanah bakar
3. Air beras
4. Air teh basi
5. Air kopi
6. Air sumur
B. Cara kerja
1. Menyiapkan semua alat dan bahan.
2. Merendam biji kacang hijau dan mengambil biji yang terendam di dalam air.
3. Menyiapkan 4 polybag, memberi nomor pada setiap polybag dan mengisi polybag dengan media tanam sebanyak 3 kg dan ditambah pupuk kandang sebanyak 10%
4. Menanam masing masing 10 kacang hijau pada setiap polybag.
5. Memberi nomor tiap biji dengan menggunakan lidi yang salah satu bagian ujungnya di tempel kertas dengan nama 1 untuk biji yang pertama, 2 untuk biji yang kedua dan seterusnya hingga biji kesepuluh yang kemudian menancapkan lidi tersebut pada salah satu sisi biji kacang hijau yang baru saja di tanam.
6. Menyiram setiap polybag dengan air sumur untuk polybag 1, air cucian beras untuk polybag 2, air teh untuk polybag 3, dan air kopi untuk polybag 4 sebanyak 120 ml
setiap 2x sehari.
7. Meletakkan semua polybag pada suatu tempat yang memiliki intensitas cahaya matahari yang kurang
8. Mengamati dan mengukur panjang total setiap kecambah yang terdapat pada setiap polybag satu persatu selama 8 hari.
9. Mencatat hasil pengamatan dan membuat laporan dari hasil pengamatan tersebut.
C. Analisis Data
Dalam menganalisis hasil penelitian, dapat dilakukan dengan membuat laporan penelitian pada kertas analisis. Pada penelitian ini, kelompok kami menggunakan tabel untuk menganalisis data hasil penelitian.
BAB IV
Hasil dan Pembahasan
A. Hasil Penelitian
Polybag A (Air beras)
Tabel 1.1 Pengamatan panjang batang kecambah tanaman kacang hijau pada Polybag A
No. Kecambah ke Panjang batang hari ke (mm) Kecepatan rata-rata pertumbuhan (mm)
2 4 6 8
1 1 0 5 14 129 16,125
2 2 12 133 180 200 25
3 3 5 7 10 20 2,5
4 4 0 0 6 10 1,25
5 5 5 7 10 115 14,375
6 6 13 105 15,5 200 25
7 7 0 68 170 205 25,625
8 8 9 23 70 130 16,25
Panjang batang rata-rata (per hari) 5.5 43.5 59.4375 126.125
Kecepatan rata-rata pertumbuhan total 15.765
Polybag B (Air kopi)
Tabel 1.2 Pengamatan panjang batang kecambah tanaman kacang hijau pada Polybag B
No. Kecambah ke Panjang batang hari ke (mm) Kecepatan pertumbuhan (per kecambah)
2 4 6 8
1 1 13 45 130 131 16.375
2 2 5 118 185 205 25.625
3 3 5 13 100 146 18.125
4 4 6 102 165 185 23.125
5 5 9 127 187 197 24.625
6 6 10 108 170 186 23.25
7 7 0 0 7 50 6.25
8 8 14 140 180 200 25
Panjang batang rata-rata (per hari) 7.75 81.625 140.5 162.5
Kecepatan rata-rata pertumbuhan total 20.3125
Polybag C (Air teh basi)
Tabel 1.3 Pengamatan panjang batang kecambah tanaman kacang hijau pada Polybag C
No. Kecambah ke Panjang batang hari ke (mm) Kecepatan pertumbuhan (per kecambah)
2 4 6 8
1 1 11 108 190 220 27.5
2 2 0 7 95 170 21.5
3 3 6 80 123 154 19.25
4 4 7 82 115 134 16.75
5 5 5 78 130 207 25.675
6 6 15 133 151 179 18.875
7 7 14 147 179 201 25.125
8 8 8 130 180 199 24.875
Panjang batang rata-rata (per hari) 8.25 95.625 145.375 183
Kecepatan rata-rata pertumbuhan total 22.443125
Polybag D (Air sumur)
Tabel 1.4 Pengamatan panjang batang kecambah tanaman kacang hijau pada Polybag D
No. Kecambah ke Panjang batang hari ke (mm) Kecepatan pertumbuhan (per kecambah)
2 4 6 8
1 1 9 123 190 209 26.125
2 2 8 135 200 230 28.75
3 3 8 110 180 206 25.75
4 4 12 138 200 215 26.875
5 5 20 80 150 179 22.375
6 6 14 135 200 216 27
7 7 10 45 130 170 21.25
8 8 5 37 150 213 26.625
Panjang batang rata-rata (per hari) 10.75 100.375 175 204.75
Kecepatan rata-rata pertumbuhan total 25.59375
Grafik Pertumbuhan
B. Pembahasan
Dari hasil percobaan yang telah kami lakukan, diperoleh hasil bahwa rata-rata panjang batang tanaman A(air beras) di hari ke-2 = 5,5 hari ke-4 = 43,5 hari ke-6 = 59,4375 hari ke- 8 = 126,125 dan rata-rata kecepatan pertumbuhan total tanaman A(air beras) adalah 15,765. Rata-rata panjang tanaman B(air kopi) di hari ke-2 = 7,75 hari ke-4 = 81,625 hari ke-6 = 140,5 hari ke-8 = 162,5 dan rata-rata kecepatan pertumbuhan total tanaman B(air kopi) adalah 20,3125. Rata-rata panjang tanaman C(air teh basi) di hari ke-2 = 8,25 hari ke-4 = 95,625 hari ke-6 = 145,375 hari ke-8 = 183 dan rata-rata kecepatan pertumbuhan total tanaman C(air teh basi) adalah 22,443125. Rata-rata panjang tanaman D(air sumur) di hari ke-2 = 10,75 hari ke-4 = 100,375 hari ke-6 = 175 hari ke-8 = 204,75 dan rata-rata kecepatan pertumbuhan total tanaman D(air sumur) adalah 25,59375.
Berdasarkan percobaan yang telah kami lakukan, tentu kandungan air memengaruhi petumbuhan tanaman. Karena dalam jenis air yang kami gunakan dalam penelitan(air sumur, teh basi, kopi, dan cucian beras) mengandung zat-zat yang diperlukan oleh tumbuhan. Walaupun sebenarnya dalam jenis air yang kami gunakan tidak 100% mengandung zat-zat yang diperlukan oleh tumbuhan itulah yang menyebabkan adanya perbedaan pertumbuhan. Dalam masa percobaan terdapat beberapa tanaman kacang hijau yang mengalami keterlambatan dalam pertumbuhan. Faktor yang mungkin mempengaruhi keterlambatan itu adalah faktor internal (gen/kualitas kacang hijau) maupun faktor luar (media tanam, kelembaban, dll). Dari data tersebut, juga diketahui adanya perbedaan kecepatan pertumbuhan dari tanaman yang disiram dengan jenis air yang berbeda tersebut dimana air teh basi memiliki kecepatan pertumbuhan tertinggi dan air cucian beras yang terendah dalam kecepatan pertumbuhan.
Jadi tumbuhan yang disiram dengan air teh basi mengalami pertumbuhan terbaik dan juga merata. Tanaman yang disiram air kopi tumbuh baik dan tidak cukup merata dibanding air teh basi. Sedangkan tanaman yang disiram air cucian beras mengalami pertumbuhan yang kurang baik dan tidak merata dibanding tanaman yang disiram air teh basi dan air kopi.
Ini bertentangan/bertolak belakang dengan hipotesa kami. Hipotesa awal kami yang mengatakan air beras merupakan jenis air terbaik untuk pertumbuhan tumbuhan tidak tepat karena yang terbaik untuk pertumbuhan tumbuhan adalah air teh basi.
BAB V
Kesimpulan dan saran
A. Kesimpulan
Dari percobaan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa kandungan air teh basi merupakan kandungan yang paling baik untuk pertumbuhan kacang hijau. Maka dari itu, hipotesis yang kami buat dinyatakan tertolak
B. Saran
Melalui penelitian yang telah dilakukan, diharapkan adanya penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh air terhadap perkecambahan tumbuhan kacang hijau. Oleh karena itu saran-saran yang dapat diberikan antara lain sebagai berikut:
Bagi diri sendiri :
1. Sebelum laporan ilmiah dikumpulkan, sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu kepada guru pembimbing
2. Sebelum melakukan percobaan, sebaiknya kita memilih biji kacang hijau dengan kualitas yang baik, memilih tempat yang aman dan terlindung, dan juga mensterilkan media tanam yang digunakan sehingga dalam proses pertumbuhan tanaman dapat tumbuh dengan baik dan juga dalam pengukuran didapatkan data yang valid
Daftar Pustaka
Dr.Istamar Syamsuri, DKK.2007. BIOLOGI UNTUK SMA KELAS XII SEMESTER 1. Magelang: Penerbit Erlangga
http://dewahyu-wm.blogspot.com/2013/10/pengaruh-jenis-air-terhadap-pertumbuhan.html
http://hanikhamdiyah.blogspot.com/2012/12/pengaruh-jenis-air-terhadap-tumbuhan.html
http://indofokusmakalah.blogspot.com/2013/06/pengaruh-jenis-air-terhadap-pertumbuhan.html
http://yusicaroline.blogspot.com/2013//10/karya-ilmiah-pengaruh-ampas-teh-dan.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar