5 ATLET BULUTANGKIS PUTRA TERBAIK DALAM SEJARAH BULUTANGKIS INDONESIA
10 Juli 2011 pukul 10:46
Meskipun
prestasi bulutangkis Indonesia sedang menurun tajam, namun beberapa
nama pebulutangkis telah mengharumkan Merah-Putih. Bahkan diantaranya
tergores dalam lembar sejarah di dunia. Berikut 5 pebulutangkis putra
terbaik Indonesia sepanjang sejarah.1. RUDY HARTONO KURNIAWAN

Sejarah menulisnya lebih singkat dengan Rudy Hartono. Hingga saat ini rekor 8 kali juara All England, 7 diantaranya direbut secara berturut turut belum bisa terpecahkan. Di luar All England, hampir semua gelar pernah diraihnya termasuk Thomas Cup dan World Cup yang terakhir dilakoninya pada 1980. Rudy juga pernah menerima Tanda Kehormatan Republik Indonesia Bintang Jasa Utama. Rudy juga pernah satu kali membintangi film layar lebar berjudul “Matinya Seorang Bidadari” pada tahun 1971.
2. LIEM SWIE KING

Merupakan generasi emas kedua di tunggal putra. King dianggap penerus kejayaan yang ditinggal Rudy Hartono. Tiga kali gelar All England dan empat runner-up dirasakan pebulutangkis kelahiran Kudus, 28 Februari 1956 ini. Gaya smash yang dilakukannya sambil melompat menjadi cirikhasnya hingga melahirkan julukan “King Smash”. Semerti halnya Rudy Hartono, Liem Swie King pun pernah bermain film layer lebar berjudul “Sakura dalam Pelukan”. Bahkan jejak langkahnya difilmkan dengan judul “King”.
3. ALAN BUDIKUSUMA

Permainannya tidak segemilang Rudy Hartono maupun Liem Swie King. Namun prestasi yang telah mengharumkan nama Indonesia untuk pertamakalinya di ajang Olimpiade Barcelona 1992 membuat Alan masuk daftar pebulutangkis terbaik di negeri ini. Alan belum pernah merasakan juara All England maupun Thomas Cup. Namun dengan emas Olimpiade, Alan dianugrahi Tanda Kehormatan Republik Indonesia Bintang Jasa Utama seperti Rudy Hartono.
4. HARYANTO ARBI

Pebulutangkis Indonesia yang juga memiliki gelar lengkap. Dua kali gelar All England bisa diraihnya pada 1993, 1994. Juara Thomas Cup pernah dirasakan sebanyak 4 kali (1994, 1996, 1998, 2000), Juara Dunia 1994, 1995 dan beberapa open turnamen lainnya. Yang lebih fenomenal, Haryanto Arbi merupakan penerus Liem Swie King dalam hal jumping smash. Bahkan Haryanto Arbi dijuluki “Smash 100 watt” karena kecepatannya.
5. TAUFIK HIDAYAT

Setelah era Haryanto Arbi usai, tak ada pebulutangkis tunggal putra Indonesia yang bisa unjuk gigi. Hingga akhirnya datang nama Taufik Hidayat. Pebulutangkis kelahiran 10 Agustus 1981 ini mampu
10 OLAHRAGA TERUNIK
Hockey dengan sepeda roda satu

Pria melawan Kuda

Menyelam dalam kubangan lumpur

Kejuaraan suit, Batu ! Gunting ! Kertas !

Lempar Tuna
Lempar Orang Cebol
Cheese Rolling (Guling Keju)
Memanggul Istri
Rodman yang pernah main di NBA-Chicago Bulls pernah ikutan lomba seperti ini lho!Awalnya sih sebagai becandaan aja, tapi makin lama makin populer dan akhirnya jadi lomba khusus seperti ini.
Seperti namanya, seorang suami harus memanggul istrinya melewati berbagai medan termasuk lumpur, air, dan halangan-halangan lainnya. Hadiah bagi pemenangnya adalah bir sebanyak berat istrinya. Olahraga ini berasal dari Finlandia dan terinspirasi dari cerita-cerita sejarah. Suatu legenda di abad 19 menyebutkan bahwa pernah orang-orang mencuri para istri dari desa-desa tetangganya. Ada juga yang menyebutkan untuk membentuk prajurit handal dulu pembuktiannya adalah dengan memmanggul karung-karung yang berat.
Melempar Ponsel
Ada 4 kategori dalam olahraga abeh ini:


* Gaya Bebas: pesertanya memperoleh poin untuk bagaimana cara melemparnya, estetikanya dan gaya kreatifnya.
* Team original: Setiap tim dengan 3 peserta masing-masing melempar bersama dan penilaiannya digabung.
* Junior: yang ini untuk anak-anak hingga umur 12 tahun.
Buzkashi
Asal Mulal olahraga ini Belum jelas, tapi dianggap sebagai olahraga untuk menjaga moral dan semangat pasukan tetap tinggi selama masa perang.
Buzkashi adalah olahraga nasional Afganistan, mirip polo, kecuali dimainkan dengan bangkai seekor anak sapi. Anak sapi atau kambing- jika tidak ada anak sapi, dipenggal lehernya dan ditempatkan di suatu lubang di tanah. Para penunggang kuda itu akan berlomba memeperebutkannya, berkuda di sekitar dua tanda dan mengembalikannya ke dalam “lingkaran keadilan”. Pemenangnya adalah yang berhasil memasukkan anak sapi itu ke dalam lingkaran itu, meski akhirnya para penunggang kuda itu keluar dari dua tanda tadi sehingga olahraga ini seperti tidak ada batasnya sampai berakhir. Olahraga ini hingga kini masih populer di Afganistan (kabarnya Taliban juga mengadakannya meski tidak sering) dan dikatakan merupakan cerminan spirit orang Afganistan juga.
mengembalikan prestasi bulutangkis Indonesia. Merebut emas Olimpiade Athena 2004, gelar juara dunia juga pernah dirasakannya pada tahun 2004. dan Enam kali juara Indonesia Open. Sayangnya hingga kini Taufik belum mampu merebut gelar All England.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar